kaos
Home
FAQ
Sitmap
Kebijakan
Kontak
Pacaran dalam perspektif islam
Keagenan

Pacaran adalah sesuatu yang sudah menjadi gejala umum di kalangan remaja zaman sekarang. Sepertinya memiliki pasangan tetap tempat berbagi rasa dan cinta, kehidupan yang di taburi bunga-bunga cinta, kisah-kisah asmara , sudah menjadi suatu keharusan bagi para remaja.

Arus informasi yang kuat dari luar dan tidak adanya penyaringan terhadap informasi tersebut telah mempengaruhi budaya para remaja kita. Budaya pacaran sendiri sebetulnya berasal dari barat, dimana barat sudah lama menganut nilai-nilai kebebasan hubungan antara pria dan wanita, dimana ada istilah puppy love (cinta monyet), kencan ( dating ), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bunga-bunga asmara seringkali membuat remaja menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan sang kekasih, sehingga melupakan aktivitas wajib dan sunnah lainnya. seperti sholat, belajar, membantu orang tua dan sebagainya. Duduk berdua-duaan/mojok ditempat sepi berjam-jam, dan tak pernah cukup waktu untuk itu. Kadang atas nama cinta mereka melakukan apa saja, atau untuk membuktikan rasa cinta. Ada yang hamil karena cinta, ada yang minum racun karena cinta, ada yang membunuh karena cinta dan sebagainya.

Allah dan rasulnya sudah memberikan aturan yang jeas mengenai masalah ini.

· "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya." [ An-Nuur:30 ]

Indonesia
English
Pemesanan
 
 

 

 
Artikel
 
 
 
 
   
 
Blog  

 

 
   
 
 
 

· "Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya." [ An-Nuur:31 ]

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, "Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Dalam islam ada dua hubungan antara pria dan wanita, pertama hubungan mahram, dan kedua hubungan non mahram. Hubungan dengan mahram mengizinkan wanita dan pria berdua-duaan ( berkhalwat ), seperti ayah dan anak, kakak dan adik. Mereka juga boleh bepergian jauh lebih dari 3 hari, misalnya ayah menemani anaknya, sang kakak menemani adiknya. Mahram juga boleh melihat tanpa hijab, misalnya ayah boleh melihat rambut putrinya dan wajahnya. Seorang laki-laki juga boleh menjadi wali bagi perempuan mahramnya.

Hubungan non mahram adalah kebalikan dari hubungan mahram, dimana tidak boleh berdua-duaan, melihat tanpa hijab, bepergian lebih dari 3 hari dan tidak bisa menjadi wali bagi non mahramnya. Jika berbicara dengan non mahram, seorang perempuan harus di temani oleh mahramnya.

Jika kita telah melakukan diluar ini, jelas sudah keluar dari panduan ajaran islam. Dalam Al-Isra: 32 Allah menegaskan "janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk". Menjaga pendangan adalah suatu keharusan bagi pria dan wanita. Menjaga pandangan berarti menundukkan pandangan jika melihat lawan jenis yang menarik hari dan tidak mengulang kembali melihatnya serta tidak terus mengamati dan mencermati kecantikan dan kegagahan lawan jenis yang kita anggap menarik.

Masa depan seseorang sangat ditentukan oleh apa yang mereka lakukan pada masa remaja. Semakin banyak hal positif yang mereka lakukan pada masa ini, maka tingkat keberhasilan di masa dewasa semakin besar. Menghabiskan masa remaja dengan pacaran akan sangat merugikan remaja itu sendiri, pertama itu adalah dosa karena aktivitas pacaran mendekati zina. Kedua kehilangan kesempatan untuk meraih kesuksesan di masa depan, kondisi fisik yang prima, adalah waktu yang sangat tepat untuk belajar tentang kehidupan. Jadi pacaran itu hukumnya Haram .
 
Copyright by inspired-shop@2008