![]() |
|||||
| Home | |||||
| Valentine day dalam Persepektif Islam | |||||
| Keagenan | Hari valentine atau hari kasih saying adalah hari yang membahagiakan bagi para remaja. Hari valentine sangat popular di Amerika dan Eropa, dimana para muda-mudi perpesta pora, hura-hura, mabuk-mabukan dengan minum alcohol dan budaya ini menjalar ke Indonesia yang menduduknya mayoritas islam. Berdasarkan yang dikutip dari Webster's New 20th Century Dictionary perayaan Valentine berasal dari perayaan Lupercali. Yaitu upacara ritual yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno setiap tanggal 15 Februari sebagai penghormatan kepada Lupercus dewa padang rumput yang dideskripsikan mempunyai tanduk, kaki, dan telinga seperti kambing. Pada perayaan itu nama-nama wanita dimasukkan kedalam jambangan bunga. Setiap pria yang hadir mengambil secarik kertas. Wanita yang namanya tertera dalam kertas itu menjadi teman kencannya semalam suntuk. Kemudian pada tahun 469 pihak gereja yakni Paus Celecius merubah menjadi tanggal 14 Februari untuk mengenang kematian seorang pendeta yang bernama Saint Valentine yang tewas sebagai martir pada abad III (martir adalah istilah yang dipakai untuk orang-orang yang mati mempertahankan prinsip-prinsipnya) dan menetapkan menjadi Saint Valentine's Day. Pastor Valentine ditangkap dan dipenjara karena menentang kebijakan kaisar Romawi (Cladius II) yang melarang pemuda-pemudi untuk menikah. Sang kaisar menginginkan pemuda-pemuda yang lajang untuk menjadi tentara dan pergi berperang. Tetapi sang pastor malah dengan diam-diam menikahkan sepasang muda-mudi. Hal ini diketahui oleh sang kaisar. Bukan main marahnya sang kaisar, akibatnya sang pastor mengakhiri hidupnya dengan tanpa kepala (dipancung) pada tanggal 14 Februari 269. |
English |
|||
|
|||||
Artikel |
|||||
| Blog | |||||
Ketika pastor Valentine dipenjara, banyak surat-surat simpati dari para pemuda yang sedang kasmaran yang ditujukan kepadanya. Melalui surat itulah mereka mengungkapkan perasaan sayangnya kepada kekasihnya dan berharap mereka bila menikah. Dari sejarahnya dapat terlihat bahwa tradisi itu bukan berasal dari ajaran islam. Cinta dan kasih saying dalam islam bersifat universal. Cinta yang paling tinggi hanya untuk Allah dan rasulnya. Mencintai seseorang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, motif dan tujuan. Mencintai dalam islam, tolong menolong dalam kebajikan, dan saling menasehati dalam kemungkaran, saling berbagi satu sama lain. Semuanya dilakukan karena cinta kepada Allah dan rasulnya. Rasulullah mengungkapkan belum sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya sendiri. Dalam surat Al-Isro: 36 Allah mengatakan : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.". Dari sini jelas terlihat bahwa valentine day tidak ada dalam budaya islam. Mencintai sesama manusia adalah keharusan dimanapun dan kapanpun. ara remaja harus berhati-hati dengan rasa cinta yang miliki, karena itu bisa mendekatkan mereka pada perbuatan zina, zina adalah dosa besar dalam ajaran islam. Jangankan melakukannya, bahkan kitapun dilarang untuk mendekatinya. Sejarah valentine day sama sekali tidak ada kaitan dengan ajaran islam, karena itu janganlah mengikuti sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Allah dan rasulnya. |
|||||
Copyright by inspired-shop@2008 |
|||||