![]() |
|||||
| Home | |||||
| Dunia remaja dan Ilusi | |||||
| Keagenan | Ada yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah, akan tetapi jika telah lebih dalam lagi, masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menjelang masa dewasa dan pada masa ini pertumbuhan fisik dan psikis sangat cepat. Masa ini juga dekat dengan dunia khayalan dan mimpi-mimpi. Jiwa yang masih labil, masih mencari-cari jati diri mereka yang sesungguhnya. Ketidak stabilan jiwa ini dapat dilihat kecenderungan mereka untuk meniru, mencontoh dan mencoba sesuatu yang baru dengan cepat, seperti cara berpakaian, cara bicara, cara berdandan, potongan rambut dan sebagainya. Mereka dengan cepat mencontoh sesuatu yang baru dan dengan cepat pula meninggalkannya, hal ini menunjukkan dengan mudahnya mereka berubah pendirian. Tontongan yang mereka dapatkan melalui tayangan televisi, koran, internet dan sebagainya menjadi acuan mereka. Padahal tayangan-tayangan televisi seringkali menyuguhan sesuatu yang tidak nyata, penuh khayalan, romantisme berlebihan, mimpi-mimpi, gaya hidup gelamor, gossip-gosip dan tanyangan-tayangan yang tidak mendidik lainnya. Tayangan-tayangan yang terus melambungkan khayalan mereka, sehingga mereka terus hidup dalam kepuraan-puraan atau dalam dunia ilusi. Ironisnya kebanyakan remaja sangat menyukai acara-acara televisi seperti ini daripada tanyangan-tanyangan yang mendidik dan memberikan kehidupan nyata kepada mereka. |
English |
|||
|
|||||
Artikel |
|||||
| Blog | |||||
Perubahan gaya dan perilaku seringkali asal asalan, demi gengsi, demi gaya , ingin disebut modern, ikut teman-teman, ingin tampil seperti artis pujaan. Apa yang mereka lakukan bukan berdasarkan pada manfaat yang mereka bisa dapatkan. Kehidupan seperti ini akan membawa mereka menjadi manusia yang tidak bertanggungjawab, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. Banyak remaja yang terjebak narkoba, pergaulan bebas, terlibat kekerangan, korupsi, merampok dan perilaku sampah masyarakat lainnya. Hendaknya remaja mulai berfikir dewasa, bersikap kritis, bermental baja, mengasah dan mengembangkan daya analisis mereka. Mengikuti perkembangan dunia, ilmu dan teknologi adalah keharusan, akan tetapi apa yang mereka lihat dan baca harus di kaji maanfaatnya untuk kehidupan mereka sendiri. Karena jika mereka mengkonsumsi sesuatu yang buruk untuk "otak" mereka, maka hasilnya pun remaja yang berperilaku buruk. Sebaliknya remaja yang mengkonsumi informasi yang baik untuk "otak" mereka kan menciptakan remaja berprestasi. Dalam istilah computer kita mengenal istilah Garbage In Garbage Out, dan ini juga berlaku untuk manusia. Remaja harus menghindari kekaguman yang berlebihan terhadap tokoh idola mereka. Misalnya banyak remaja yang ingin tampil cantik dan langsing seperti artis pujaannya, karena kekaguman yang berlebihan bisa menimbulkan rasa frustasi, tidak percaya diri, tidak puas dengan kondisi diri sendiri atau menjauhkan mereka dari rasa syukur kepada sang pencipta. Remaja sejatinya terus menyadari hidup penuh tantangan, berfikir realistis dalam setiap bertindak dan berperilaku. Kehidupan (waktu) dan kesehatan yang mereka miliki adalah sesuatu yang sangat berharga, setiap detik yang mereka lalui harus diisi untuk sesuatu yang memberikan nilai positif, bukan hal-hal yang memberikan kesenangan semu. Jangan terjebak pada hal-hal yang bersifat Ilusi yang keberadaanya sangat banyak disekeliling mereka. |
|||||
Copyright by inspired-shop@2008 |
|||||