| |
Kedua, sholat yang khusyu' akan tampak pada perilaku
kesehariannya. Berbekas dalam kepribadian, etos kerja maupun
prestasi kesehariannya. Jadi tidak mungkin kekhusyuan sholat
hanya dinikmati pada waktu sholat saja. Karena sholat yang
wajib hanya lima kali sehari jika dilakukan sepuluh menit
hanya 50 menit dibanding 24 jam.
Pastilah hikmah sholat yang paling besar justru bisa
dilihat ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas
hubungan sesama manusia, aktivitas mensejahterakan diri
maupun orang lain, harus menjadi bukti kekhusyuan sholat ini.
Dalam sholat khusyu, justru yang paling penting adalah
saat-saat sesudah sholatnya karena inilah kemenangan yang
hakiki. Ketenangan tidak mungkin dirasakan hanya waktu
sholat, kita juga harus tenang diwaktu-waktu lainnya.
Karena itu kita harus menyadari bahwa
ketenangan, tidak hanya menyebut nama Allah saja. Tapi
pelengkap syariat dunia, rejeki yang cukup, rumah yang
lapang, jaminan keamanan, keluarga yang sakinah,
perlindungan dari kawan-kawan, inipun merupakan bagian
karunia Allah yang harus kita buru sebagai upaya merealisasikan ketenangan jiwa secara syariat.
Ada 7 hikmah dari sholat yang khusyu':
1. Manajemen waktu (Disiplin waktu)
Allah mengingatkan kita 5 kali sehari. Tidak
ada satu agama pun yang begitu intensif mengingatkan waktu
selain Islam. Bahkan Allah bersumpah berkali-kali atas nama
waktu. Wal'ashr, wal lail, wan nahar dan sebagainya. Karena
manusia memang dibatasi waktu. Dan nilai manusia tergantung
dari pada bagaimana dia menyikapi waktu. Kita pasti mati dan
kita tidak tahu kapan mati.
Rasulullah menilai orang yang cerdas bukan orang yang
bergelar atau yang banyak ilmu tapi orang yang banyak ingat
mati. Dan sangat mempersiapkan diri untuk mati. Sehingga
penuh perhitungan terhadap setiap gerak-geriknya.
Seorang ahli sholat yang khusyu', bisa dilihat
dari cara menyikapi waktu. Dia begitu menilai berharganya
waktu sehingga tidak mau melakukan kesia-siaan. Sikap dan
perilakunya yang menggunakan waktu hanya mau melakukan yang
bermakna.
Siapapun yang sholatnya seperti bagus tetapi begitu
banyak membuang waktu percuma, kufur nikmat terhadap waktu,
perlu ditanyakan lagi tentang kekhusyuan yang sebenarnya.
Dengan kata lain orang yang khusyu dalam sholatnya terlihat
dari pribadinya yang sangat menjaga diri dari kesia-siaan
apalagi kemaksiatan.
2. Manajemen niat
Ternyata rahasia sholat dari niat. Qobla subuh,
tahiyatul masjid dan sholat shubuh sama-sama 2 rakaat. Yang
membedakan adalah niatnya. Rasulullah bersabda, Innamal
'amalu binniat, Setiap amal tergantung dari niat.
Siapapun yang ingin sukses harus selalu bertanya niat
apapun dibalik yang dia lakukan dan yang diucapkan. Dia
tidak mau bergerak, sebelum lurus niat karena Allah, tidak
menerima amal apapun kecuali niat yang bersih karena Allah
SWT. Semakin bersih niat kita semakin bahagia, semakin
ringan yang kita lakukan, semakin tentram batin ini, semakin
indah apapun yang kita lakukan. Orang-orang yang niatnya
ikhlas jauh berbeda dengan orang yang berniat buruk berniat
jahat atau niat yang tidak benar.
3. Manajemen sense of clean
Ternyata tidak ada satu pun yang berani
melakukan sholat tanpa diawali wudhu atau tayamum. Proses
bersih dari awal merupakan kunci sukses sholat yang khusyu.
Berarti orang yang sangat mencintai bersih lahir batin itu
adalah rahasia penting kesuksesan dunia akhirat.
Niat lurus dalam aktivitas sehari-hari harus dijaga
kebersihan pikiran, dari licik, jahat, kotor dan mesum. Kita
harus jaga kebersihan mata kita dari memandang yang
diharamkan. Kita harus jaga pendengaran kita dari senang
mendengar aib, dll.
Juga semua berasal dari hati yang bersih yang
kita jaga tidak diselimuti kebencian, kedengkian melainkan
yang bersih. Juga tubuh bersih dari makanan yang haram, harta
kita bersih dari hak-hak orang lain.
Orang yang sangat mencintai bersih lahir batin
insya Allah tidak akan didatangi kehinaan. Karena kehinaan
biasanya dilekatkan dengan segala sesuatu yang kotor. Maka
kalau kita ingin sukses kita harus benar-benar hidup
mencintai bersih lahir batin.
4. Manajemen Tertib (Rukun Sholat Tertib)
Rupanya Allah SWT menjadikan hidup tertib teratur
dengan proporsional adalah kunci sukses. Sholat itu
dilakukan dengan tertib. Barang siapa yang hidupnya tidak
teratur, tidak teratur makan sakit maag, tidak teratur tidur
kesehatan terganggu, tidak teratur makan obat akan teracuni.
Perkataan yang tidak teratur akan menimbulkan masalah,
manajemen keuangan yang tidak teratur akan jadi bangkrut.
Melakukan sesuatu tanpa aturan, jalan yang tidak
teratur akan semrawut, macet. Maka pertanyaan pada diri
kita, apakah kita termasuk orang yang memiliki senang hidup
dalam sebuah tatanan yang teratur dengan baik proporsional?
Jikalau menjadi orang yang seenaknya sendiri
tidak mau hidup dalam aturan yang benar dan disiplin menjalankan
aturan yang benar dan disiplin menjalankan aturan maka tipis
harapan kita akan berprestasi. Kita harus menikmati hidup
yang teratur, rapi, tertib dengan baik. Yang dilakukan
dengan proporsional ikhlas karena Allah semata. Bersih dari
cacat cela perbuatan nista, insya Allah.
5. Tumaninah
Tumaninah ini artinya tenang. Ini yang sangat dahsyat
dalam sebuah prestasi. Kita sering melakukan sesuatu tapi
pada saat tubuh kita melakukan sesuatu pikiran kita tidak
disana, hati kita tidak disana akibatnya prestasi apa yang
bisa dicapai tanpa kehadiran konsentrasi.
Sholat yang baik itu gerakannya disempurnakan disana
hatinya hadir pikiran tertuju konsentrasi. Sebuah kombinasi
amal yang sangat indah. Jika kita sedang bekerja, 8 jam
efektif dengan perasaan bahagia, tenang, konsentrasi yang
baik.
Inilah sebenarnya orang yang akan berprestasi
maksimal, seimbang dalam melakukan apapun adil dalam
waktu-waktunya hadir lahir batinnya. Begitu pun juga fokus
dalam sikapnya, tentram dalam tindak tanduknya. Subhanallah
6. Siap dalam segala situasi
Berdiri, ruku, sujud. Ketika berdiri akal lebih
tinggi dari hati. Bagaimana saatnya mengolah akal kita.
Suatu saat sedang ruku keseimbangan antara qolbu dengan
akal, begitupun ketika sujud, akal harus tunduk kepada qolbu
kita. Tidak takabur si akal dengan kecerdasannya. Tawadlu
dengan qolbu subhanallah.
Keseimbangan antara hati, ada saatnya akal benar-benar
kita peras sedemikian rupa sebagian kerja kita dan fisik
kita ikut. Cobalah kita lihat bagaimana hidup ini ada
saatnya diatas, di tengah, dibawah, berulang. Kita nikmati
sebagai bagian episode hidup kita.
Tidak usah heran sekarang mudah, besok sulit.
Adakalanya akal kita begitu sulit memecahkan, hati kita yang
dominan. Keseimbangan inilah yang dibutuhkan, tindakan yang
selalu proporsional dalam gerak gerik kita. Tawadlu adalah
kunci sukses, jauh dari ketakaburan walaupun telapak kaki
kita sama dengan kening kita.
7. Salam
Sholat ditutup dengan salam. Dengan salam kita
memberikan jaminan pada orang-orang disekitar kita. Bahwa
kita berharap keselamatan. Dan saya bukan biang kezaliman
bagi siapapun dan saya tidak akan merugikan siapapun.
Artinya seorang yang sholatnya khusyu dia akan
menjaga tindak tanduknya. Agar orang lain merasa aman tidak
teraniaya, oleh apapun yang dia miliki, dia lakukan. Seorang
yang benar-benar ahli sholat yang khusyu, akhlaknya akan
bebas dari kezaliman terhadap siapa pun. Sholat yang khusyu
adalah sholat yang sangatproduktif dengan kebaikan.
Orang yang khusyu dalam sholatnya, ibadah
komunikasinya nikmat tentram ketika dalam sholat dan tentram
pula dalam aktivitas sehari-hari. Karena ia sangat
berprestasi, disiplin waktunya, manajemen waktu yang
optimal, dengan niat yang selalu lurus dan bersih sehingga
tidak goyah oleh imbalan pujian makhluk-makhluk pribadi yang
selalu menjaga kebersihan
lahir batin, hartanya juga.
Pribadi yang selalu tertib bersikap apapun
teratur sehingga efektif dan efisien tindakannya. Pribadi
yang benar-benar tumaninah menjalankan setiap tugasnya hadir
dengan kemantapan pribadi ketentraman jiwa, kesungguhan,
keseriusan.
Pribadi yang benar-benar siap menyikapi setiap
episode dengan baik dan penuh ketawadluan. Dan pribadi yang
merupakan jaminan tidak akan memberikan kerugian, kezaliman
bagi siapapun juga.
Mudah-mudahan dengan hikmah sholat seperti ini maka
Allah menghimpun kesuksesan duniawi, harta, kedudukan,
persahabatan yang merupakan bagian dari rasa aman yang Allah
berikan kepada makhluknya. Wallahu'alam. sumber http://salamseima.tripod.com |
|